Jumat, 01 Maret 2013

Laporan Biologi Umum 1


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
Mata Kuliah PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM 1

PENGAMATAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

KELOMPOK 2
JURUSAN Biologi Nondik A 2012

Laboratorium Biologi FMIPA UNIMED
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN


1. JUDUL PERCOBAAN :
PENGAMATAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN
2. TUJUAN PERCOBAAN :
1)      Menyebutkan bagian dari sel tumbuhan
2)      Menggambarkan bagian dari sel tumbuhan
3)      Menyebutkan bagian sel hewan
4)      Menggambarkan bagian dari sel hewan
5)      Mengetahui perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
3. TINJAUAN TEORITIS :
            Sel berbentuk pipih contohnya sel epitel, berbentuk tabung contohnya sel penyangga pada daun , berbentuk bulat contohnya sel basil dan berbentuk oval serta spiral (Supriyono.2007).
Menurut (Kusnadi,2009) sel tersusun atas beberapa bagian ,
a. Membran plasma
    Berfungsi untuk melindungi sel, mengatur keluar masuknya zat-zatdan sebagai respirator dari rangsangan luar sel.
b. Sitoplasma
    Sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
c. Nukleus
    Sebagai pengendali kehidupan sel, pengatur pembelahan sel, pengatur warisan sifat dan pengatur   pembelahan sel.
d. Lisosom
    Berfungsi mencerna zat-zat yang masuk ke dalam sel,.
e. Retikulum Endoplasma Halus
    Berfungsi mensitesis lemak, dan menetralisir racun.
f. Kompleks Golgi
   Organel yang menampung dan mengolah protein.
g. Mikrotobulus
    Mengatur dalam pergerakan kromosom saat sel membelah.

h. Vakuola
    Tempat menyimpan cadangan makanan.
i. Badan Golgi
   Merupakan tempat situs respirasi selular.
j. Kloroplas
   Tempat berlangsungnya fotosintesis
Sel terbagi menjadi dua kelompok yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Kedua jenis sel tersebut mempunyai membrane plasma dan sitoplasma. Dibandingkan sel eukariotik, sel prokariotik tidak mempunyai nucleus melainkan nukleoid (inti sel sederhana tanpa selaput inti) dan kehilangan beberapa macam organel. Perbedaan yang nyata tersebut terdapat dalam pengorganisasian atau pemisahan organel-organel sel yang lebih jelas. Sedangkan organel-organel sel prokariotik tidak memiliki membran seperti sel eukariotik.
Struktur sel terbagi atas :
a.       Membran Sel
Bagian terluar dari sel yang bertindak sebagai pembatas antara isi sel dengan lingkungan luar.
b.      Sitoplasma
Protoplasma yang mengisi ruangan diantara membran plasma dengan nukleus.
Sitoplasma sel tumbuhan dibedakan mejadi :
·         Ektoplasma     : Sitoplasma yang berbatasan langsung dengan membrane.
·         Endoplasma    : Sitoplasma pada bagian yang lebih dalam.
c.       Organel
Untuk melaksanakan berbagai fungsi hidup, sel dilengkapi dengan berbagai organel seperti nucleus,mitokondria, ribosom, lisosom, pastida, reticulum endoplasma, komplek golgi dan badan mikro.




Ada tiga keistimewaan yang khas pada sel tumbuhan yakni :
Dinding sel demgan selulosa, vakuola (yang member tekanan dan memperbesar volume serta luas permukaan meskipun dengan protoplasma sedikit) dan plastid. Khususnya pada kloroplas vakuola yang dapat ditemui pada anggota kelima dunia namun vakuola besar dipusat sel ada pada hampir semua sel tumbuhan, cendawan dan beberapa protista. Kloroplas terdapat pada tumbuhan dan beberapa protista (bergantung pada golongannya).

Tabel perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
NO
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
1
Tidak memiliki bentuk yang tetap
Memiliki bentuk yang tetap
2
Mempunyai sentrosom dan lisosom
Tidak memiliki sentrosom dan lisosom
3
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran glikogen
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran pati
4
Tidak memiliki dinding sel, plastid
Memiliki plastid, dinding sel dari selulosa
5
Tidak memiliki vakuola walaupun ada beberapa hewan Uniseluler yang memiliki vakuola yang disebut Vesikel
Memiliki vakuola atau rongga sel besar
6
Memiliki membran sel
Tidak memiliki membran sel
7
Nukleus lebih besar dari vesikel
Nukleus lebih kecil dari vakuola

Pada makluk hidup bersel banyak, transportasi antar sel terjadi melalui membrane plasma. Ada beberapa manfaat transport zat bagi sel yakni sebagai berikut :
1.      Menjaga kestabilan PH.
2.      Menjaga konsentrasi zat dalam sel untuk kegiatan enzim.
3.      Memperoleh pasokan zat makanan, bahkan energy dan bahan mentah lain.
4.      Membuang sisa metabolism yang beracun.
5.      Memasok ion-ion penting untuk kegiatan saraf dan otot.

Jaringan-jaringan yang terdapat pada hewan adalah sebagai berikut :
o   Epitel
o   Konektif
o   Otot
o   Saraf Nervous
Jaringan yang terdapat pada tumbuhan adalah sebagai berikut :
o   Merismatik
o   Protektif
o   Parenkima
o   Kolenkima
o   Skelerenkima
o   Xilem
o   Floem

TIPE-TIPE SEL :
Sel Parenkim : Sel ini memiliki fungsi untuk menyokong berdirinya tumbuhan, juga merupakan dasar bagi semua struktur dan fungsi tumbuhan. Sel parenkim memiliki dasar dinding primer yang primer yang tipis, sitoplasma yng sangat fungsional. Sel ini hidup saat dewasa dan bertanggung jawab terhadap fungsi biokimia.
Sel Kolenkim : Tersusun sebgai berkas atau silinder dekat permukaan korteks pada batang dan tangkai daun serta sepanjang tulang daun besar pada helai daun. Kolenkim jarang ditemukan pada akar. Kolenkim adalah jaringan hidup, erat hubungannya dengan parenkim dan terspesialisasi sebagai penyokong dalam organ muda. Bentuk sel berkisar antara bentuk prisma hingga bentuk memanjang. Sel-sel kolenkim memiliki dinding primer yang lebih tebal dibandingkan sel-sel parenkim. Dinding tidak menebal secara merata dan itu merupakan ciri khasnya.
Sel Skelerenkim : Membentuk kumpulan sel yang bekesinambungan atau berupa berkas yang ramping. Selain itu, skelerenkim juga terdapat tersendiri diantara sel-sel lain. Skelerenkim dapat berkembang dalam tubuh tumbuhan primer ataupun sekunder. Dindingnya tebal, sekunder dan sering berlignin dan pada saat dewasa protoplasnya bisa hilang.






























IV. ALAT DAN BAHAN
            Alat
No
Nama Alat
Jumlah
1
Mikroskop
1 Unit
2
Pisau Cater
1 Buah
3
Kertas HVS
2 Lembar
4
Pensil
1 Buah
5
Kaca Objek
1 Unit
6
Pipet Tetes
2 Buah

            Bahan
No
Nama Bahan
Jumlah
1
Allium cepa
2 Siung
2
Preparat sel hewan
2 Unit

V. PROSEDUR KERJA
No
Prosedur kerja
1
Menyiapkan alat dan bahan diatas meja
2
Menggunakan pisau cater untuk mengambil lapisan transparan dari kulit bagian dalam Allium cepa tersebut lalu memotong sekecil mungkin lapisan kulit tersebut.
3
Meletakkan potongan kecil tersebut diatas kaca objek yang bersih.
4
Menambahkan satu tetes air dengan menggunakan pipet tetes diatas kaca objek yang telah berisi potongan bahan tersebut.
5
Mengamati dengan menggunakan mikroskop.
6
Menggambarkan dan mendeskripsikan dari hasil pengamatan tersebut pada kertas HVS.
7
Mengambil preparat sel hewan dan meletakkannya diatas meja preparat pada mikroskop.
8
Mengamati preparat sel hewan tersebut.
9
Menggambarkan dan mendeskripsikan dari hasil pengamatan tersebut pada kertas HVS.







VI. HASIL PERCOBAAN
SEL TUMBUHAN Allium cepa           
SISTEMATIKA
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
Ordo                : Liliales
Family             : Liliaceae
Genus              : Allium
Species            : Allium cepa       
  
 download (9).jpg              Nukeus 
                                                            Dinding sel
download (7).jpgNukleus
Dinding sel

Berdasarkan hasil pengamatan dari sel Allium cepa
Memiliki bentuk sel sel yang teratur menyerupai bentuk segi enam beraturan dan berwarna keunguan. Itu dikarenakan karena sel tersbut memiliki zat warna antosianin ( ke ungu-unguan ).
Terdapat perbedaan antara epidermis bagian dalam serta epidermis bagian luar. Pada epidermis bagian dalam berbentuk lebih kecil dan pendek sedangkan epidermis bagian luar lebih besar dan juga panjang. Pada epidermis bagian luar tampak sangat jelas sekali adanya inti sel yang menandakan bahwa tumbuahn tersebut hidup. Epidermis pada umunmya berbentuk bangun-bangun yang tersusun sangat padat sekali dan juga rapi.

download (10).jpg


DEKSRIPSI
Pada sel  terdapat organel-organel nya yakni sebagai berikut :
a Dinding sel
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dinding sel terdiri daripada selulosa yang kuat yang dapat memberikan sokongan, perlindungan, dan untuk mengekalkan bentuk sel. Terdapat liang pada dinding sel untuk membenarkan pertukaran bahan di luar dengan bahan di dalam sel.
Dinding sel juga berfungsi untuk menyokong tumbuhan yang tidak berkayu.

Dinding sel terdiri dari Selulosa (sebagian besar), hemiselulosa, pektin, lignin, kitin, garam karbonat dan silikat dari Ca dan Mg.
b. Membran Plasma
Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma. Membran sel membungkus organel-organel dalam sel. Membran sel juga merupakan alat transportasi bagi sel yaitu tempat masuk dan keluarnya zat-zat yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan oleh sel. Struktur membran ialah dua lapis lipid (lipid bilayer) dan memiliki permeabilitas tertentu sehingga tidak semua molekul dapat melalui membran sel.
Struktur membran sel yaitu model mozaik fluida yang dikemukakan oleh Singer dan Nicholson pada tahun 1972. Pada teori mozaik fluida membran merupakan 2 lapisan lemak dalam bentuk fluida dengan molekul lipid yang dapat berpindah secara lateral di sepanjang lapisan membran. Protein membran tersusun secara tidak beraturan yang menembus lapisan lemak. Jadi dapat dikatakan membran sel sebagai struktur yang dinamis dimana komponen-komponennya bebas bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semipermanen Komponen penyusun membran sel antara lain adalah phosfolipids, protein, oligosakarida, glikolipid, dan kolesterol.

Salah satu fungsi dari membran sel adalah sebagai lalu lintas molekul dan ion secara dua arah. Molekul yang dapat melewati membran sel antara lain ialah molekul hidrofobik (CO2, O2), dan molekul polar yang sangat kecil (air, etanol). Sementara itu, molekul lainnya seperti molekul polar dengan ukuran besar (glukosa), ion, dan substansi hidrofilik membutuhkan mekanisme khusus agar dapat masuk ke dalam sel.
Banyaknya molekul yang masuk dan keluar membran menyebabkan terciptanya lalu lintas membran. Lalu lintas membran digolongkan menjadi dua cara, yaitu dengan transpor pasif untuk molekul-molekul yang mampu melalui membran tanpa mekanisme khusus dan transpor aktif untuk molekul yang membutuhkan mekanisme khusus.
c. Mitokondria
Mitokondria adalah tempat di mana fungsi respirasi pada makhluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau katabolisme untuk menghasilkan energi atau tenaga bagi berlangsungnya proses hidup. Dengan demikian, mitokondria adalah "pembangkit tenaga" bagi sel.

Mitokondria banyak terdapat pada sel yang memilki aktivitas metabolisme tinggi dan memerlukan banyak ATP dalam jumlah banyak, misalnya sel otot jantung. Jumlah dan bentuk mitokondria bisa berbeda-beda untuk setiap sel. Mitokondria berbentuk elips dengan diameter 0,5 µm dan panjang 0,5 – 1,0 µm. Struktur mitokondria terdiri dari empat bagian utama, yaitu membran luar, membran dalam, ruang antar membran, dan matriks yang terletak di bagian dalam membran [Cooper, 2000].
Membran luar terdiri dari protein dan lipid dengan perbandingan yang sama serta mengandung protein porin yang menyebabkan membran ini bersifat permeabel terhadap molekul-molekul kecil yang berukuran 6000 Dalton. Dalam hal ini, membran luar mitokondria menyerupai membran luar bakteri gram-negatif. Selain itu, membran luar juga mengandung enzim yang terlibat dalam biosintesis lipid dan enzim yang berperan dalam proses transpor lipid ke matriks untuk menjalani β-oksidasi menghasilkan Asetil KoA.
Membran dalam yang kurang permeabel dibandingkan membran luar terdiri dari 20% lipid dan 80% protein. Membran ini merupakan tempat utama pembentukan ATP. Luas permukaan ini meningkat sangat tinggi diakibatkan banyaknya lipatan yang menonjol ke dalam matriks, disebut krista [Lodish, 2001]. Stuktur krista ini meningkatkan luas permukaan membran dalam sehingga meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi ATP. Membran dalam mengandung protein yang terlibat dalam reaksi fosforilasi oksidatif, ATP sintase yang berfungsi membentuk ATP pada matriks mitokondria, serta protein transpor yang mengatur keluar masuknya metabolit dari matriks melewati membran dalam.
Ruang antar membran yang terletak diantara membran luar dan membran dalam merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi yang penting bagi sel, seperti siklus Krebs, reaksi oksidasi asam amino, dan reaksi β-oksidasi asam lemak. Di dalam matriks mitokondria juga terdapat materi genetik, yang dikenal dengan DNA mitkondria (mtDNA), ribosom, ATP, ADP, fosfat inorganik serta ion-ion seperti magnesium, kalsium dan kalium
d. Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.

- Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah dan ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

- Proses autofagi digunakan untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, seperti organel yang tidak berfungsi lagi. Mula-mula, bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. Setelah itu, autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
- Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

e. Badan Golgi
Badan Golgi (disebut juga aparatus Golgi, kompleks Golgi atau diktiosom) adalah organel yang dikaitkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini terdapat hampir di semua sel eukariotik dan banyak dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya ginjal. Setiap sel hewan memiliki 10 hingga 20 badan Golgi, sedangkan sel tumbuhan memiliki hingga ratusan badan Golgi. Badan Golgi pada tumbuhan biasanya disebut diktiosom.
Badan Golgi ditemukan oleh seorang ahli histologi dan patologi berkebangsaan Italia yang bernama Camillo Golgi.
Beberapa fungsi badan golgi antara lain :
1. Membentuk kantung (vesikula) untuk sekresi. Terjadi terutama pada sel-sel kelenjar kantung kecil tersebut, berisi enzim dan bahan-bahan lain.
2. Membentuk membran plasma. Kantung atau membran golgi sama seperti membran plasma. Kantung yang dilepaskan dapat menjadi bagian dari membran plasma.
3. Membentuk dinding sel tumbuhan
4. Fungsi lain ialah dapat membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah dinding sel telur dan pembentukan lisosom.
5. Tempat untuk memodifikasi protein
6. Untuk menyortir dan memaket molekul-molekul untuk sekresi sel
7. Untuk membentuk lisosom

f. Retikulum Endoplasma
Retikulum Endoplasma (RE) adalah organel yang dapat ditemukan di seluruh sel hewan eukariotik.
Retikulum endoplasma memiliki struktur yang menyerupai kantung berlapis-lapis. Kantung ini disebut cisternae. Fungsi retikulum endoplasma bervariasi, tergantung pada jenisnya. Retikulum Endoplasma (RE) merupakan labirin membran yang demikian banyak sehingga retikulum endoplasma melipiti separuh lebih dari total membran dalam sel-sel eukariotik. (kata endoplasmik berarti “di dalam sitoplasma” dan retikulum diturunkan dari bahasa latin yang berarti “jaringan”).
Ada tiga jenis retikulum endoplasma:
RE kasar Di permukaan RE kasar, terdapat bintik-bintik yang merupakan ribosom. Ribosom ini berperan dalam sintesis protein. Maka, fungsi utama RE kasar adalah sebagai tempat sintesis protein. RE halus Berbeda dari RE kasar,
RE halus tidak memiliki bintik-bintik ribosom di permukaannya. RE halus berfungsi dalam beberapa proses metabolisme yaitu sintesis lipid, metabolisme karbohidrat dan konsentrasi kalsium, detoksifikasi obat-obatan, dan tempat melekatnya reseptor pada protein membran sel. RE sarkoplasmik RE sarkoplasmik adalah jenis khusus dari RE halus.
RE sarkoplasmik ini ditemukan pada otot licin dan otot lurik. Yang membedakan RE sarkoplasmik dari RE halus adalah kandungan proteinnya. RE halus mensintesis molekul, sementara RE sarkoplasmik menyimpan dan memompa ion kalsium. RE sarkoplasmik berperan dalam pemicuan kontraksi otot.

g. Nukleus
Inti sel atau nukleus sel adalah organel yang ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein seperti histon. Gen di dalam kromosom-kromosom inilah yang membentuk genom inti sel. Fungsi utama nukleus adalah untuk menjaga integritas gen-gen tersebut dan mengontrol aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dan di mana ekspresi gen harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri
.
















VII. KESIMPULAN
1.      Bagian sel tumbuhan yang tampak jelas dengan mikroskop adalah dinding sel yang berbentuk menyerupai segi enam.
2.      Bagian sel hewan yang tampak jelas dengan mikroskop adalah membran sel dan nukleus nya.
Pada testis kanan, bentuk selnya menyerupai segi enam.
Pada testis kiri, bentuk selnya tidak teratur.
     3.    Perbedaan yang mendasar yang tampak dari mikroskop antara sel hewan dan sel       tumbuhan adalah keteraturan selnya.
4.   Sel hewan memiliki bentuk yang tidak tetap karena memiliki membran sel dan tidak memiliki dinding sel.

VIII. JAWABAN PERTANYAAN DAN TUGAS
1. Apakah persamaan antara sel tumbuhan dan sel hewan?
Sel hewan dan sel tumbuhan memiliki inti sel, retikulum endoplasma, ribosom, kompleks golgi, mitokondria, badan mikro, membrane plasma.
2. Apakah perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan?
NO
Sel Hewan
Sel Tumbuhan
1
Tidak memiliki bentuk yang tetap
Memiliki bentuk yang tetap
2
Mempunyai sentrosom dan lisosom
Tidak memiliki sentrosom dan lisosom
3
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran glikogen
Menyimpan tenaga dalam bentuk butiran pati
4
Tidak memiliki dinding sel, plastid
Memiliki plastid, dinding sel dari selulosa
5
Tidak memiliki vakuola walaupun ada beberapa hewan Uniseluler yang memiliki vakuola yang disebut Vesikel
Memiliki vakuola atau rongga sel besar
6
Memiliki membran sel
Tidak memiliki membran sel
7
Nukleus lebih besar dari vesikel
Nukleus lebih kecil dari vakuola

3. Apakah itu plastid?
Plastid adalah bagian dari sel tumbuhan yang berkembangbiak dari piroplastida dari daerah merismatik.
4. Plastida yang mengandung klorofil disebut…
Kloroplas
5. Plastida yang mengandung pigmen merah/kuning disebut…
Kromoplas
6. Jika plastidanya tidak mengandung pigmen maka disebut…
Leukoplas









IX. DAFTAR PUSTAKA









Medan,   September 2012
DOSEN                                                                                              PRAKTIKAN

(Halim Simatupang)                                                                            Kelompok 2
NIP                                                                                                     NIM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar